Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 10 Desember 2010

MATERILAISASI BEDAH MINOR

MATERIALISASI BEDAH MINOR

PENDAHULUAN
Pembedahan dilakukan dengan bantuan alat-alat. Seseorang yang melakukan tindakan bedah harus memiliki pengetahuan mengenai alat-alat yang digunakannya. Selain itu harus memiliki pula pengetahuan mengenai sarana penunjang lainnya, misalnya sifat-sifat suatu benang yang dipakai dalam operasi, penggunaan bahan khusus dan sebagainya.


INSTRUMEN  BEDAH MINOR
Yang dibicarakan disini hanya alat-alat yang digunakan untuk tindakan bedah yang dibatasi pada bedah minor.

1.      Nald Voeder
Nama lainnya pemegang jarum atau needle holder (gambar 28). Jenis yang digunakan bervariasi, yaitu tipe Crille Wood (bentu seperti klem) dan tipe Mathew Kusten (bentuk segi tiga). Guna nald voedder ini pada penjahitan, sebagai pemegang jarum jahit (nald heacting) dan sebagai penyimpul benang.



2.      Gunting
Gunting diskesi (disceting scissor). Gunting ini ada dua jenis yaitu, lurus dan bengkok. Ujungnya biasanya runcing. Terdapat dua tipe yang sering digunakan yaitu tipe mayo dan tipe metzenbaum. Kegunaan gunting ini adalah untuk membuka jaringan, membebaskan tumor kecil dari jaringan sekitarnya, untuk eksplorasi, merapikan luka. Penyediaannya masing-masing 1 buah

Gunting Benang
Ada dua macam gunting benang yaitu gunting benang yang bengkok dan yang lurus (gambar 30). Kegunaannya untuk memotong benang oepasi, merapikan luka. Penyediaannya masing-masing 1 buah.


Gunting perban/pembalut. Kegunaannya adalah untuk menggunting pembalut dan plester. Penyediaan : 1 buah




3.      Pisau Bedah
Terdiri atas dua bagian, yaitu gagang dan mata pisau (mess/bistouri/blade). Pada pisau bedah model lama, mata pisau dan gagang bersatu, sehingga bila mata pisau tumpul harus diasah kembali. Pada model baru, mata pisau dapat diganti. Biasanya mata pisau hanya untuk sekali pakai.
Terdapat dua nomor gagang pisau yang sering dipakai, yaitu gagang nomor 4 (untuk mata pisau besaR) dan gagang nomor 3 (untuk mata pisau kecil). Guna pisau bedah ini adalah untuk menyanyat berbagai organ/bagian tubuh. Mata pisau, disesuaikan dengan bagian tubuh yang akan disayat.

4.      Klem (clamp)
Klem arteri pean. Ada dua jenis yaitu yang lurus dan bengkok. Penggunaannya adalah untuk hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak. Penyediaan : masing-masing 6 buah.

Klem Kocher.  Ada dua jenis yaitu, klem yang lurus dan yang bengkok. Tidak ditujukan untuk hemostatis. Sifat khasnya adalah mempunyai gigi pada ujungnya (mirip gigi pada pinset sirurgis). Gunanya adalah untuk menjepit jaringna, terutama agar jaringan tidak meleset dari klem, dan hal ini dimungkinkan dengan adanya gigi pada ujung klem. Penyediaannya : masing-masing 4 buah.

Klem Mosquito. Mirip dengan klem arteri pean, tetapi ukurannya lebih kecil. Penggunaannya adalah untuk hemostatis terutama untuk jaringan tipis dan lunak. Penyediaannya : masing-masing 6 buah

Klem Allis. Penggunaannya adalah untuk menjepit jaringan yang halus dan menjepit tumor kecil (gambar 36) penyediaan : 2 buah


Klem Babcock. Penggunaannya adalah untuk menjepit tumor yang agak besar dan rapuh. Penyediaannya : 2 buah

Towel Clamp (Doek Klem). Penggunaannya adalah untuk menjepit doek/kain operasi. Penyediaan : 4-6 buah




5.      Retractor (Wound Hook)
Retractor Langenbeck. Penggunaannya adalah untuk menguakkan luka. (gambar 38). Penyediaan : 2 buah
US Army Double Ended Retractor. Penggunaannya adalah untuk menguakkan luka (gambar 39). Penyediaan : 2 buah


Retractor Volkman. Penggunaannya adalah untuk menguakkan luka, pemakaian retractor (ukurannya) disesuaikan dengan lebar luka (gambar 40). Ada yang mempunyai 2 gigi, 3 gigi dan 4 gigi. Dua gigi untuk luka kecil, 4 gigi untuk luka besar. Terdapat pula retractor bergigi tumpul. Penyediaan : bila mungkin masing-masign ukuran 2 buah.


6.      Pinset
Pinset Sirurgis. Penggunaannya adalah untuk menjepit jaringan pada waktu diseksi dan penjahitan luka, memberi tanda pada kulit sebelum memulai insisi. Penyediaan : 2 buah
Pinset Anatomis. Penggunaannya adalah untuk menjepit kasa sewaktu menekan luka, menjepit jaringan yang tipis dan lunak (Gambar 42). Penyediaan : 2 buah



Pinset Splinter. Penggunaannya adalah untuk mengadaptasi tepi-tepi luka (mencegah overlapping). Penyediaan : 1 buah



7.      Deschamps Aneurysm Needle
Penggunaannya adalah untuk mengikat pembuluh darah besar.
Penyediaan : 1 buah

8.      Wound Curett
Penggunaannya adalah untuk mengeruk luka kotor, mengeruk ulkus kronis

9.      Sonde (probe)
Penggunaannya yaitu untuk penuntun pisau sewaktu melakukan eksplorasi, dan mengetahui kedalaman luka. Penyediaan : 1 buah

10.  Korentang
Penggunaannya adalah untuk mengambil instrument steril, dan mengambil kasa, jas operasi, doek dan laken steril. Penyediaan : 2 buah

11.  Jarum Jahit
Banyak sekali jenisnya. Untuk menjahit kulit digunakan yang berpenampang segi tiga agar mudah mengiris kulit (scherpe nald). Sedang untuk menjahit otot dipakai yang berpenampang bulat (rounde nald). Ada yang berbentuk setengah lingkaan dan ada pula yang berbentuk sepermpat lingkaran.
Penggunaanya adalah untuk menjahit luka dan menjahit organ ruksak lainnya. Penyediaan : disesuaikan kebutuhan.





BENANG-BENANG OPERASI
Seide (Silk / Sutera)
Terbuat dari serabut-serabut sutera, terdiri dari 70% serabut protein dan 30% bahan tambahan berupa perekat. Warnanya hitam dan putih. Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah dikombinasi dengan perekat, tidak diserap tubuh. Pada penggunaan disebelah luar, maka benang harus dibuka kembali.
Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari nomor 0000 (5 nol merupakan ukuran paling kecil) hingga nomor 3 (yang merupakan ukuran terbesar). Yang paling sering dipakai adalah nomor 00 (2 nol) dan 0 (1 nol) dan nomor 1
Kegunaannya adalah untuk menjahit kulit, mengikat pembuluh arteri (terutama arteri besar) sebagai teugel (kendali)
Benang harus steril, sebab bila tidak akan menjadi sarang kuman (focus ineksi) sebab kuman terlindung didalam jalinan benang, sedang benangnya sendiri tidak dapat diserap tubuh.

Plain Catgut
Asal katnaya adalah cat (kucing), dan gut (usus). Dahulu benang ini dibuat dari usus kucing, tapi saat ini dibuat dari usus domba atau usus sapi. Bersifat dapat diserap tubuh, penyerapan berlangsung dalam waktu 7-10 hari, dan warnanya putin dan kekuningna.
Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 00000 (5 nol merupakan ukuran yang paling kecil) hingga nomor 3 (merupakan ukuran yang paling besar). Sering digunakan nomor 000 (3 nol), 00 (2 nol) 0 (1 nol) nomor 1 dan 2
Kegunaanya adalah untuk mengikat sumber perdarahan kecil, menjahit subkutis dan dapat pula dipergunakan untuk menjahit kulit terutama untuk daerah longgar (perut, wajah) yang tak banyak bergerak dan luas lukanya kecil.
Plain catgut harus disimpul paling sedikit 3 kali, karena dalam tubuh akan mengembang, bila disimpulkan 2 kali akan terbuka kembali. Plain catgut tak boleh terendam dalam lisol karena akan mengembang dan menjadi lunak, sehingga tak dapat digunakan.
           
Chromic Catgut
Berbeda dari plain catgut, sebelum benang dipintal ditambahkan krom. Dengan adamua krom ini, maka benang menjadi lebih keras dan kuat, serta penyerapannya lebih lama, haitu 20-40 hari. Warnanya coklat dan kebiruan. Benang ini tersedia dalam ukuran 000 (3 nol merupakan ukuran yang paling kecil) hingga nomor 3.
Penggunaannya pada penjahitan luka yang dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari, untuk menjahit tendo pada penderita yang tak kooperatif dan bila mobilisasi harus segera dilakukan.

Etnilon
Merupakan benang sintetis dalam kemasan atraumatis (benang langsung bersatu dengan jarum jahit) dan terbuat dari nilon, lebih kuat dari seide atau catgut. Tidak diserap tubuh, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.
Warnanya biru dan hitam. Tersedia dalam ukuran 10 nol hingga 1 nol. Penggunaannya pada bedah plastic, ukuran yang lebih besar sering digunakan pada kulit, nomor yang kecil dipakai pada bedah mata.

Ethibond
Merupakan benang sintesis (terbuat dari polytetra methylene adipate). Tersedia dalam kemasan atraumatis. Bersifat lembut, kuat, reaksi terhadap tubuh minimum, tidak diserap, dan warnanya hijau dan putih. Ukurannya dari 7 nol hingga nomor 2. Penggunaannya pada bedah kardiovaskuler dan urologi.

Vitalene
Merupakan benang sintetis (terbuat dari polimer profilen). Sangat kuat dan lembut, tidak diserap, warna biru. Tersedia dalam kemasan atraumatis. Ukuran dari 10 nol hingga nomor 1. Digunakan pada bedah mikro, terutama untuk pembuluh darah dan jantung, bedah mata, bedah plastic, cocok pula untuk menjahit kulit
Vieryl
Merupakan benang sintetis dalam kemasan atraumatis. Diserap oleh tubuh, dan tidak menimbulkan reaksi pada jaringan tubuh. Dalam subkutis bertahan selama 3 minggu, dalam otot bertahan selama 3 bulan. Benang ini sangat lembut dan warnanya ungu.
Ukuran dari 10 nol hingga nomor 1. Penggunaan pada bedah mata, ortopedi, urologi dan bedah plastic.




Supramid
Merupakan benang sintetis, dalam kemasan atraumatis. Bersifat kuat, lembut, fleksibel, reaksi tubuh minimum, dan tidak diserap. Warnanya hitam dan putih. Digunakan untuk menjahit kutis dan sub kutis.

Linen (Catoon)
Dibuat dari serat kapas alam dengan jalan pemintalan. Bersifat lembut, cukup kuat, mudah disimpul, tidak diserap, reaksi tubuh minimum. Warnanya putih.
Tersedia dalam ukuran 4 nol hingga 1 nol. Digunakan untuk menjahit usus dan kulit, terutama kulit wajah.

Steel Wire
Merupakan benang logam yang terbuat dari polifilamen baja tahan karat. Sangat kuat, tidak korosif dan reaksi terhadap tubuh minimum. Mudah disimpul. Warna putih metalik. Terdapat dalam kemasan atraumatis dan kemasan biasa.
Ukurannya dari 6 nol hingga nomor 2. Untuk menjahit tendo

KEPERLUAN KHUSUS
Collastypt
Adalah suatu kolagen berupa lembaran berwarna putih. Digunakan sebagai bahan hemostatik (menghentikan perdarahan). Collastypt yang bergabung dengan darah akan membentuk massa gelatin yang menghentikan perdarahan. Pemakaiannya dengan cara menempelkannya pada luka. Collastypt diserap tubuh secara fagositosis dalam waktu 3 minggu.
Penggunaannya terutama pada perdarahan parenkim. Hemostatis dicapai segera setelah pemakaian. Collastypt aktif pada permukaan lebar. Tidak ada efek samping dan tidak kontraindikasi.

Spongostan
Berupa spons gelatin berbentuk potongan-potongan kecil mirip gabus. Diserap tubuh dalam waktu 4 minggu. Digunakan sebagai bahan hemostatik. Bersifat lembut, dapat ditekan, tidak toksis, mudah dipotong, tidak bersifat antigen. Digunakan untuk mengisi alveoli (lobang bekas ekstraksi gigi), hemostatis perdarahan, termasuk perdarahan parenkimatosa, bekas operasi di rongga abdomen,

Bone Wax
Berupa gumpalan putih seperti tahan liat, terbuat dari saying lebah (wax) dan vaselin. Untuk menghentikan perdarahan pada tulang. Lembut dan mudah dipakai, dan diserap oleh tubuh.


KEPERLUAN KUTIN
Baju Kamar Bedah, Jas Operasi, Topi, Masker, Doek dan Laken
Pada umumnya semua alat diatas terbuat dari kain yang ringan, lembut, yang nyaman bila dipakai, mudah menyerap keringat dan mudah dicuci. Untuk itu dapat dipakai kain belacu atau katun.
Warna alat-alat diatas harus lembut dan tidak cepat melelahkan mata. Biasanya dipilih warna putih, biru lembut (biru muda) dan hijau.
Saat ini masker yang sering dipakai mempunyai model sekali pakai (disposable) yang terbuat dari kertas. Masker ini akan dibuang sesudah digunakan. Untuk alat tenun dari kain, sesudah dipakai harus direndam lalu dicuci. Setelah kering baru disterilkan.
Masker, topi dan baju kamar bedah tidak perlu disterilkan.
Sarung Tangan Operasi
Terbuat dari karet, tipis tetapi cukup kuat dan elastic. Sarung tangan harus dibubuhi talcum sebelum disterilkan, agar mudah dipergunakan.
Sarung tangan tersedia dalam berbagai nomor, disesuaikan dengan ukuran tangan pemakai.

Kasa Hidrofil
Adalah kain dengan anyaman jarang (kasa), lembut dan bersifat mudah menyerap. Digunakan untuk penyerap darah yang keluar dari luka, menyerap secret dan cairan lain serta digunakan sebagai penutup luka (dressing)
Kasa ini tersedia dalam ukuran kecil-kecil, yaitu kira-kira 5 x 7,5 cm, terlipat rapi, tidak boleh ada bagian benang yang menjulur keluar, sebab dapat tertinggal pada luka sewaktu membersihkan luka. Kasa harus steril.

Tuffer (spons)
Dibuat dari kasa hidrofil yang dipadatkan dengan cara :
1.      Kasa dipotong berbentuk segi empat sesuai dengan ukuran yang diinginkan
2.      Dari salah satu sudutnya dilakukan penggulungan secara padat ke arah tengah
3.      Ekor tadi digulung rapi hingga habis
Tuffer digunakan untuk membebaskan jaringan (terutama jaringan longgar), menekan perdarahan, menggosok luka. Tuffer harus steril sebelum dipakai.

Drain
Terdapat bermacam-macam drain. Prinsip penggunaannya sama yaitu untuk memungkinkan pengaliran secret keluar dari luka. Drain digunakan untuk luka yang terkontaminasi dengan kemungkinan terbentuknya pus atau secret lainnya, atau pada luka dengan perdarahan hebat, waktu telah ditutup ada kemungkinan darah masih keluar.
Cigarette drain. Berbentuk seperti pipa dengan panjang 5-10 cm. dipergunakan pada operasi abses apendiks, atrauma dan sebagainya, dimana secret yang keluar diharapkan tidak terlalu banyak.
Corrugated darain (drain bergelombang). Dibuat dari lembaran karet khusus yang bergelombang halus (seperti pola lembaran seng atap rumah). Dipakai pada luka sedang, yang sekretnya tidak terlalu banyak.
Drain Sarung Tangan. Dibuat dari sarung tangan yang tak terpakai lagi dengan cara menggunting sarung tangan tadi menjadi lembaran-lembaran yang kemudian digulung seperti menggulung (melinting) rokok, kemudian dilem dengan lem karet, lalu disterilkan.
Tube drain berupa pipa panjang yang dapat dibuat dari selang infuse, sonde lambung, dan sebagainya, dengan ujung selang yang dimasukkan  ke dalam luka diberi lubang-lubang (mata) pada sisinya. Bila ujung luar selang dihubungkan dengan wadah hampa udara (cavvuum) maka drain tadi disebut vacuum drain. Dengan adanya tekanan negative dari wadah, maka secret akan lebih mudah tertarik keluar.
Drain ini dipakai operasi berongga, misalnya perut dan dada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar